X
    Categories: Daerah

Dalami Kasus Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Avur Kesamben, KLHK Uji Sampel Limbah Cair Pabrik

Sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo Kesamben yang tercemar limbah (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Petugas dari Gakkum KLHK saat melakukan pengambilan sampel limbah cair (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) – Dalami kasus dugaan pencemaran limbah pabrik di sungai Avur Budug Kesambi yang terletak di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben Jombang Jawa Timur, balai Gakkum wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabalnusra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lakukan uji laboratorium sampel limbah cair pabrik.

Pasalnya, dari hasil uji laboratorium sampel limbah cair pabrik yang diduga mencemari sungai tersebut, pihak Balai Gakkum akan dapat menentukan sanksi.

Kepala Balai Gakkum Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Ir. Muhammad Nur mengatakan, pihaknya sudah turun untuk melakukan verifikasi dan mengambil beberapa sampel di lokasi yang diduga tercemar limbah.

Sampel yang diambil tersebut berupa limbah cair yang keluar dari saluran buang pabrik yang diduga dengan sengaja membuang limbah ke sungai melalui pipa saluran siluman.

Dan untuk saat ini sampel limbah cair tersebut sedang diperiksa di laboratorium lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim. “Kita sudah turun verivikasi dan ambil sampel. Cuman ini hasil lab nya belum keluar,” ungkap Nur, Selasa (3/12/2019).

Lebih lanjut Nur menerangkan, pengambilan sampel di titik penaatan ini akan lebih akurat untuk memastikan sumber limbah yang mencemari sungai. Titik penaatan, imbuh Nur, merupakan saluran terakhir sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Gakkum nantinya akan dikomparasikan dengan hasil uji lab yang dilakukan oleh DLH Jombang.

“DLH Jombang sudah ambil sampel di sungai, tapi kalau di situ kan belum bisa mengarah ke suatu perusahaan. Kalau di sungai masih abu-abu. Kita sudah ambil di saluran pembuangannya. Nanti hasilnya akan kita kompilasikan dengan DLH Jombang,” terang Nur.

Masih menurut Nur, hasil uji laboratorium ini akan menjadi rujukan bagi Balai Gakkum untuk menentukan sanksi yang akan diberikan ke perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan.

“Yang jelas kita buktikan dulu melalui uji laboratorium. Misalnya terbukti, nanti kita rekomendasikan ke penanganan sanksi,” katanya.

Sebelumnya, DLH Jombang sudah melakukan uji laboratorium terkait sampel yang diambil di sungai Avur Budug Kesambi. Hasilnya, limbah tersebut mengandung belerang dan klorin.

“Hasil labnya mengandung belerang dan klorin. Tapi yang cenderung itu belerangnya. Batas baku mutunya kalau tidak salah maksimal 0,02. Ini yang terjadi lebih dari itu,” ungkapnya.

Perlu diketahui kasus pencemaran limbah di sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben ini berakibat pada tanaman jagung petani setempat.

Tanaman jagung petani setempat mati usai dialiri air dari sungai yang diduga tercemar limbah tersebut.

Kondisi air di sungai Avur Budug Kesambi berbuih dan tampak hitam, serta mengeluarkan aroma busuk. Sejumlah ikan juga ditemukan mati di sungai.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar

Deaz Terengganu: