Muhammad Haris, DPO Curanmor saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya. (A. Zain Widodo/jurnalMojo)

Apes, Seorang Pria di Surabaya Gagal Nikah karena Polisi

Barang bukti kunci T yang digunakan tersangka untuk mencuri motor. (A. Zain Widodo/jurnalMojo)

SURABAYA (jurnalmojo.com) – Rencana indah Muhammad Haris untuk meminang pujaan hati terpaksa pupus. Pasalnya, pria 33 tahun yang tinggal di Jalan Sidodadi, 150 C, Surabaya ini, keburu ditangkap polisi. Haris merupakan DPO lantaran terlibat aksi pencurian sepeda motor.

“Kami tangkap yang bersangkutan setelah pulang dari Jakarta,” ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Senin (1/7/1019).

Bima menjelaskan, identitas tersangka Haris diketahui setelah pihaknya menangkap rekan Haris, yakni Gofar, yang kini sudah menjalani hukuman di Rutan Medaeng.

Dari keterangan Gofar lah, tim kemudian berhasil menangkap Haris. “Kami terus intai pergerakannya (Haris). Saat itu dia baru pulang dari Jakarta. Dan baru sampai rumah, langsung kami ringkus,” jelasnya.

Haris ditangkap tanpa perlawanan. Dia pun tak mengelak telah melakukan aksi curanmor bersama Gofar. Dia mengaku sudah tiga kali beraksi. Di antaranya di Jalan Wonorejo II, dan dua kali di kawasan Genteng Bandar, Surabaya.

“Tersangka Haris ini merupakan eksekutornya. Saat beraksi, ia menggunakan kunci T untuk merusak kunci kontak motor,” tambah alumnus Akpol 2013 tersebut.

Hasil motor curian dijual Haris ke Madura. Harganya bervariatif, antara Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta. Polisi saat ini masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap penadahnya.

Saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya, Haris mengaku memutuskan pulang setelah lima bulan kabur. Dia bermaksud untuk melamar pujaan hatinya yang sudah ia pacari selama enam bulan, atau sebulan sebelum ia akhirnya kabur ke Jakarta. “Di Jakarta saya ikut saudara bekerja di besi tua,” paparnya.

Ia mengatakan, setelah lamaran ia akan meminang gadis pujaannya tahun depan. Namun karena tertangkap terlebih dahulu, akhirnya ia membatalkan pertunangannya. Haris merasa kasihan jika kekasihnya menunggu terlalu lama.

“Biar dia bahagia dengan yang lain. Dari pada menunggu saya lama. Saya belajar mencuri motor itu dari internet. Terus saya coba dan bisa. Akhirnya saya ajak Gofar untuk mencuri. Saya kapok, wis nggak mau lagi,” pungkasnya. (ahm/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar