Wakasek kesiswaan ketika ditemui awak media. (Binzar/Jurnalmojo)

Kasus Pencabulan Pelajar di Sampang, Begini Komentar Pihak Sekolah

SAMPANG (jurnalmojo.com) – AF (16) warga Desa Panggung, Kecamatan Sampang salah satu pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Bahari yang diringkus pihak Satreskrim Polres Sampang dirumah saudaranya Kota Surabaya Minggu (04/11/2018) lalu.

AF ditangkap petugas lantaran mencabuli teman sekolah dan satu kampungnya yakni UH (16). Tersangka sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama satu bulan.

Tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh tersangka itu terbongkar pertama kali oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dan Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan.

Wakasek Kesiswaan tempat pelaku dan korban menimba ilmu, Yaumil Arif menjelaskan bahwa kedua pelajar tersebut dipanggil oleh guru BK yang telah dicurigai melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Pihak sekolah kemudian telah memanggil keduanya karena melihat dari perilaku dan kebiasaan kedua pelajar tersebut diluar dari hubungan antar pertemanan.

“Memang kita beberapa kali memanggil para pelajar yang melanggar peraturan sekolah dan pacaran untuk bisa diberikan bimbingan khusus untuk bisa membatasi diri dan perilakunya bisa berubah untuk jadi baik dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Yaumil menambahkan, setelah mendengar pengakuan dari korban, guru BK mengadakan rapat bersama dengan seluruh guru pengajar di SMK untuk memecahkan masalah dan mencari jalan keluarnya.

“Menindaklanjuti dari hasil rapat bersama, kita memanggil kedua orang tua pelajar untuk memberitahu dan menyerahkannya untuk bisa lebih diberikan bimbingan khusus,” tambahnya.

Masih menurut Yaumil, pihak sekolah sendiri pernah memberikan saran dari awal yang mengupayakan agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dibawa keranah hukum yang nantinya akan mengganggu psikis atau kejiwaan kedua pelajar yang masih dibawah umur ini.

“Bagaimanapun juga mereka masih dibawah umur dan mereka juga sudah dianggap anak sendiri yang masih membutuhkan arahan dan bimbingan,” ujarnya.

Kejadian tersebut menurut pihak sekolah dilakukan di luar jam sekolahk yakni ketika jam pelajaran usai dan sembari menunggu kegiatan ekstrakurikuler sore hari pelaku melancarkan aksinya kepada korban.

Pelaku AF dan Korban UH sendiri sama sama tinggal di satu Desa Panggung, Kecamatan Sampang Kota, Kabupaten Sampang. (lal/bin/eaz)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar