Penggalangan dana bantuan disalah satu sekolah di Kota Mojokerto. (Yusuf/JurnalMojo.com)

Gempa Bumi di Lombok, Santri Mojokerto Galang Dana

Salat Gaib yang dilakukan oleh siswa-siswi di Kota Mojokerto. (Yusuf/JurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah sekitarnya, tengah dirundung musibah bencana alam gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR.

Dampak dari bencana tersebut sangat besar. Ratusan rumah dan bangunan hancur, begitu juga korban manusia. Kejadian itu mengundang empati nasional, bahkan internasional.

Sementara, di Mojokerto, Jawa Timur, juga tidak sedikit organisasi kemasyarakatan bergerak bersama melakukan penggalangan dana bantuan bagi para korban gempa bumi di Lombok.

Terpantau penggalangan dana bantuan tersebut datang dari
Gusdurian Mojokerto, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Mojokerto Raya dan Santri Mengabdi. Mereka turun jalan sembari mengajak para siswa untuk turut memberikan kepedulian dengan menyisihkan sebagian uang sakunya.

Menurut Koordinator Gusdurian Mojokerto, Imam Maliki, bahwa aksi penggalangan dana serentak dilakukan di SMPN 1, SMPN 2 dan MI Nurul 2 Huda Kota Mojokerto, dengan tema “Peduli untuk Tanah Air”.

”Penggalangan dana para siswa ini dengan mendatangi satu per satu ruang kelas, dan Alhamdulillah terkumpul uang senilai Rp 9.756.900,” ujarnya. Selasa, (07/08/2018).

Selain itu, mereka juga menggelar Salat Gaib dan istigosah untuk mendoakan korban gempa bumi yang meninggal dunia, yang dikabarkan sudah mencapai 98 orang.

Sebelumnya, mereka sudah menggelar aksi serupa dengan jalan kaki di kawasan pusat pertokoan Jalan Majapahit, Kota Mojokerto, pada Senin, (06/08/2018) malam. Hasilnya, terkumpul uang sebanyak Rp 4.449.900. Jadi total bantuan didapat selama dua hari terkumpul angka Rp 14.206.800.

”Solidaritas kemanusiaan korban bencana alam ini rencananya kita lakukan hingga sepekan ke depan. Sebab, sampai sekarang bantuan masih terus mengalir dari berbagai pihak,” terangnya.

Disamping itu, mereka juga sedianya membuka posko bantuan di dua lokasi sekaligus. Di GKI Jalan Gajah Mada dan Wako di Jalan Perum CSE Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

”Kepedulian masyarakat bisa juga disalurkan langsung melalui nomor rekening BNI 0584945855 an M. Kholilullah,” paparnya.

Rencananya posko sekretariatan tersebut untuk menampung segala bentuk bantuan, baik berupa uang tunai maupun barang-barang yang dibutuhkan para korban.

“Kami sangat prihatin atas bencana alam gempa bumi yang terjadi di Lombok NTB,” ungkap Sekretaris OSIS SMPN 1 Kota Mojokerto, Talitha Nabila (siswa kelas IX F).

Meski tidak dapat membantu langsung ke lokasi, namun dia bersama sekitar 900 siswa lainnya dapat menyisihkan sedikit bantuan dari sakunya, sehingga meringankan beban para korban.

”Semoga Indonesia ke depan tidak ada lagi bencana alam serupa. Kami berdoa semoga teman-teman di sana yang menjadi korban segera bangkit dan bisa bersekolah lagi,” pungkasnya. (yus/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar