Beberapa pegawai puskesmas saat menuju ruang Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Polres Jombang. (M. Yusuf/jurnalMojo.com)

Penyidik KPK Periksa Sejumlah Pegawai Puskesmas Di Kabupaten Jombang

JOMBANG (jurnalmojo.com) – Usut Aliran Dana Kapitasi, KPK Kembali ‘Obok-obok’ Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kali ini KPK Periksa Sejumlah Puskesmas guna mengusut aliran dana kapitasi, Rabu (28/02/2018).

Sejumlah delapan orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Kepala Puskesmas di Jombang. Hal ini dilakukan oleh penyidik KPK, untuk mengetahui aliran dana kapitasi yang dikutip Inna Silistyowati dari 34 Puskesmas yang ada di Jombang.

“Benar mas, ini nunggu teman saya dari puskesmas Cukir,” kata salah satu pegawai Puskesmas Cukir.

Dari pantauan di ruang Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Polres Jombang, setidaknya ada 20 orang pegawai puskesmas sedang menjalani pemeriksaan secara maraton oleh penyidik KPK.

Namun, KPK selain mendalami airan dana kapitasi jasa pelayanan di puskesmas, juga memeriksa Abdul Qudus, selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Ya tadi ditanya seputar ijin operasional rumah sakit yang diurus Bu Inna,” ujar Qudus.

Saat disinggung jumlah uang yang dipungut oleh Inna dalam mengurus ijin operasional, pihaknya mengaku tidak tahu.

“Kalau soal nominalnya saya memang gak tau,” pungkasnya.

Seperti diberitakana sebelumnya, Bupati Jombang non aktif, Nyono Suherli Wihandoko, ditangkap KPK di stasiun balapan Solo. Nyono ditangkap karena menerima uang suap dari Inna, agar Inna diangkat sebagai kepala Dinas Kesehatan Jombang. (yus/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar