Kapolsek Bangilan ketika berada di rumah mbah Supi. (Polsek Bangilan for JurnalMojo.com)

Kapolsek Bangilan Kunjungi Warga Kurang Beruntung di Akhir Jabatan

TUBAN (jurnalmojo.com) – Menjelang berakhirnya  jabatan sebagai Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso, S.H masih menyempatkan diri untuk bakti sosial kepada warga masyarakat Bangilan yang kurang beruntung.

Seorang warga Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang menderita gizi buruk dan buta. Selain itu, selama ini wanita yang diketahui bernama Supi tinggal dalam kondisi serba kekurangan bersama sang anak KN, sementara suami dikabarkan berada di Surabaya.

Melihat kondisi tersebut Kapolsek Bangilan, AKP Budi Santosi, S.H beserta jajarannya secara langsung mengunjungi warga Banjarworo tersebut untuk memastikan kondisinya, Senin (5/1/2018). Setelah dilakukan observasi bersama tim gabungan dari Kepala Desa, Babinsa dan petugas medis, akhirnya korban dilarikan ke Puskesmas Bangilan untuk mendapat perawatan.

“Setelah melihat kondisi beliau (Supi) dalam kondisi kurang asupan gizi dan tubuhnya kurus kering, kita putuskan bersama untuk segera dirawat di Puskesmas,” ungkap Kapolsek usai membawa penderita gizi buruk itu ke Puskesmas.

Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso, S.H yang sebentar lagi akan meninggalkan Polsek Bangilan dan pindah tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Pasuruan itu menambahkan, Mbah Supi hidup dirumah berdua dengan anak laki-lakinya. Selama ini, hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak melahirkan anak laki-lakinya (KN), Supi mengalami kebutaan, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu, perwira polisi itu menyebut, akibat kondisi hidup seperti itu anak Supi juga putus sekolah saat kelas 4 sekolah dasar.

“Untuk sementara Supi menjalani perawatan di puskesmas supaya asupan gizi bisa didapatkan dalam tubuhnya, serta akan dicek laboratorium lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, anak korban gizi buruk itu akan mendapatkan perhatian khusus dari stakeholder setempat. Sehingga anak yang seharusnya mendapat pendidikan dan pembelajaran itu bisa kembali ke bangku sekolah.

“Tidak hanya ibunya saja yang mendapat perhatian khusus, tetapi anaknya juga akan dibelikan seragam sekolah lengkap agar kembali bersekolah. Kita akan koordinasi dengan Pemdes Banjarworo dan juga pihak sekolah terkait,” pungkasnya. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar