Oknum Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jatim saat keluar dari gedung Sat Reskrim Polres Mojokerto. (foto/istimewa)

Tim Saber Pungli Polres Mojokerto, Kejari Dan Polda Ringkus PelakuPemerasan

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Tim gabungan saber pungli Polres Mojokerto, Kejari dan Polda Jatim berhasil menangkap satu oknum jaksa dan dua tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (04/02/2018) malam. Ketiganya diringkus di wisata religi dan pemandian Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ketiganya diduga melakukan pemerasan kepada Ahmaji asal Dusun Grogol Rt 03 Rw 02, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Informasi yang didapat jurnalMojo.com, ketiga pelaku yakni Hari Cipto Wiyono (52) asal Mojo 1/5 Rt 06 Rw 05, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, berprofesi sebagai oknum LSM. Akhmad Khoirul (50) asal Ahmad Yani, Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Tersangka ketiga yakni Ishaq Wahyullah (47) warga jalan KH Mas Mansur gang 1a no 41, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Ketiga pelaku mengaku dari Kejati Jatim mengecek dugaan kecurangan penjualan karcis. Kemudian tersangka membawa korban secara paksa ke dalam mobil dan dibawa kelilling Mojokerto dan Sidoarjo.

Pelaku usai menjalani pemeriksaan di Polres Mojokerto dan dilimpahkan ke Polda Jatim. (foto/istimewa)

Lalu tiga tersangka meminta uang Rp 75 juta, karena korban merasa keberatan akhirnya disepakati senilai Rp 35 juta. Korban saat itu hanya membawa uang Rp 3 juta dan kurangnya akan diberikan besok.

Selanjutnya, pada 4 Februari 2018 pukul 18.00 WIB, tim saber pungli Polres Mojokerto berhasil menangkap tersangka setelah korban menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menegaskan, bahwa awak media dipersilahkan konfirmasi langsung ke Kabid Humas Polda Jatim terkait kasus OTT tersebut.

Tim saber pungli Polres Mojokerto berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti enam bendel karcis masuk wisata jolotundo dan uang tunai Rp 612.000, uang tunai Rp 11.900.000, satu unit mobil mitsubishi kuda dan empat unit handphone.

Akibat perbuatannya, ketiganya terancam pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. (han/pry)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar