Jadi Tulang Punggung Keluarga, Wanita Paruh Baya Jual Ikan Di Dam Rolak Songo

Aseh, saat melayani pembeli dagangan ikannya (Mega Ayu. S/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Jika kita melintas di jembatan penghubung antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Sidoarjo, selalu ramai pengendara yang melintas.

Seperti yang terpantau sekitar pukul 17.35 WIB. Dam Rolak Songo nama jembatan itu, kebanyakan dipadati oleh karyawan pabrik Tjiwi Kimia yang hendak pulang ke rumah.

Di pinggir jalan tepatnya di sebelah selatan jembatan, masuk wilayah Kabupaten Mojokerto, yakni Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, nampak seorang ibu tengah duduk di tempat penjualan ikan, ditemani oleh dua orang pemuda. Keduanya adalah laki-laki, saat itu mereka sedang memasukan ikan-ikan ke dalam bak.

Ternyata, kedua orang tersebut adalah para pengepul ikan yang mengirim untuk si ibu. Ibu paro baya itu adalah Aseh (58), sehari-harinya beraktivitas menjual ikan di sekitar jalan raya Dam Rolak Songo.

Kendati sudah berusia lanjut, ia tetap berjualan ikan. Hal itu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, pasalnya sang suami telah meninggal dunia lantaran sakit beberapa tahun lalu.

Dirinya menjadi satu-satunya tulang pungung bagi keluarganya. Dan ternyata Aseh telah lama mencari nafkah melalui penghasilannya dari menjual ikan.

Karena faktor ekonomi, ibu dari tiga anak ini berjualan sejak tahun 80 an dengan hanya bermodal belasan ribu saja.

“Ikan yang paling laku terjual itu ikan kutuk (gabus, red), lele, dan wader. Ikan yang tidak laku terjual, kamisimpan menggunakan es dan juga dijemur untuk dibuat asinan,” ucap Aseh, saat ditemui jurnalMojo.com, Selasa (30/01/2018) petang.

Penghasilan dari penjualan ikan bisa digunakan untuk biaya sekolah anaknya dan kebutuhannya sehari-hari. Karena pekerjaan almarhum suami yang tidak menentu sebagai kuli batu, yang kala itu juga menemani Aseh berjualan saat mendiang suami masih hidup.

Setelah suaminya meninggal, Aseh tetap gigih dan tabah dengan berjualan ikan sendiri. Demi mengantarkan semua anaknya untuk bersekolah hingga jenjang sma.

“Ya karena saya ingin menyekolahkan anak saya, jadi saya bekerja keras demi itu. Alhamdulillah saya berhasil menyekolahkan anak saya hingga sma, sekarang semua anak saya sudah bekerja dan punya keluarga,” pungkasnya. (meg/rel/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar