Bupati MKP Terima Audiensi BTPN dan APKLI

Bupati saat Audiensi dengan perwakilan BTPN di Pringgitan. (Humas Pemkab for jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) menawarkan kerjasama pembekalan bagi pegawai Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang akan memasuki masa pensiun.

Tawarantersebut disampaikan Ida Bagus Dwi Kencana selaku ketua rombongan BTPN kepada Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, dalam audisi bersama, Selasa (30/1) siang kemarin di peringgitan rumah dinas bupati.

“Kami ingin menawarkan kerjasama pembekalan atau pemberdayaan kepada para pegawai yang akan memasuki usia pensiun. Jadi kami mau agar siapapun di instansi manapun baik negeri maupun swasta, tetap produktif. Kita juga siapkan bagaimana mereka bisa mengelola keuangan (dana pensiun) dengan baik,” jelas pria yang akrab dipanggil Dwi ini.

Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito, menerima dengan baik tawaran tersebut. Menurutnya program yang ditawarkan BTPN akan sangat penting sebagai wadah berkumpulnya komunitas pensiunan.

Persiapan PNS memasuki masa pensiunan dengan usaha yang lain, membutuhkan waktu yang tidak singkat, bisa memakan waktu antara lima hingga enam tahun. Ada rentang waktu yang cukup, mulai dari persiapan sampai pada kesiapan untuk menjalankan usahanya.

“Bagi para pegawai baik yang sudah pensiun atau akan mendekati masa pensiun, tentu ada perasaan kehilangan pekerjaan yang jadi rutinitas harian. Namun saya kira kehadiran BTPN menjadi penting sebagai wadah berkumpulnya komunitas pensiunan. Persiapan memasuki masa pensiunan dengan usaha yang lain, bisa makan waktu lima hingga enam tahun. Harus ada waktu yang cukup untuk mempersiapkannya,” kata bupati.

Ditambahkannya bahwa selain membantu, program ini diharapkan bisa memberi kesempatan para pensiunan untuk berusaha dan bertahan dengan usia yang lama dengan menjalani kesibukan yang menghasilkan.

Di hari dan tempat yang sama usai audiensi dengan BTPN, bupati selanjutnya menerima rombongan audiensi dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk Mojokerto yang menyampaikan beberapa program serta maksud dan tujuan.

Machroji Machfud, Ketua APKLI Kabupaten Mojokerto. (Humas Pemkab for jurnalMojo.com)

“Tujuan pokok kami adalah untuk melindungi, memberdayakan dan mengembangkan pedagang kaki lima di Mojokerto khususnya,” kata Makroji selaku Ketua APKLI Mojokerto.

Kartiwi selaku Sekretaris APKLI Mojokerto menambahkan, bahwa kedatangan mereka juga untuk memaparkan 5 Pilar Revolusi APKLI.

“Ada 5 Pilar Revolusi APKLI yakni usaha percepatan penyediaan perumahan kaki lima bagi PKL dengan menggandeng Bank Artha Graha, pembiayaan atau kredit lunak tanpa agunan, fasilitas pergudangan, menghadirkan paket data informasi untuk memenuhi usaha PKL agar maju dan berkembang serta permohonan untuk segera diterbitkan Perda terkait PKL,” jabar Kartiwi.

Bupati Mustofa Kamal Pasa pribadi menyambut baik keberadaan organisasi APKLI. Dirinya berharap APKLI bisa menjembatani agar tidak ada jarak antara pedangang formal dengan PKL.

“APKLI diharapkan tidak saja berperan dalam menata tempat, memberi bantuan modal tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada anggotanya agar lebih baik dan lebih maju lagi,” kata bupati.

Terkait industri perdagangan, bupati juga menjelaskan salah satu contoh pembangunan di bidang tersebut yakni pembangunan pasar tradisional Kedung Maling, Kecamatan Sooko. Lahan dengan luas kurang lebih 8.200 meter persegi yang semula kondisinya padat dan kumuh tersebut, kini mulai berbenah lebih baik dengan berbagai macama fasilitas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, di acara ini juga juga menambahkan bahwa di pasar tersebut dibangun 600 lapak pedagang dan sejumlah fasilitas pendukung, seperti pergudangan, cold storage, TPS, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), musala, hingga fasilitas perbankan.

“Pembangunannya jadi dua tahap. Tahun 2017 sebesar Rp 20 miliar dan sudah terbangun sekitar 1,5 ha. Tahap kedua tahun 2018 kita rencanakan Rp 6 miliar dan tinggal beberapa fasumnya saja. Target kita 550 blok untuk pedagang, namun kita terus bekerja agar bisa selesai 600 blok,” rinci Bambang. (tik/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar